Langsung ke konten utama
PUISI LAMPUNG (PEPACCUR)

Dalam adat lampung memiliki sastra lisan yang tak kalah dengan daerah-daerah lain, sastra lisan adat lampung yaitu puisi atau yang biasa disebut dengan pepaccur yang tujuannya untuk memberikan pesan dan nasehat dalam upacara pemberian gelar adat. pepaccur ini dikenal masyarakat lampung yang berdialek o, sedangkan masyarakat lampung yang berdialek a menyebut sebagai pepaccogh.

Suwo pungeu tengadah
(Sambil tangan tengadah)
kilui appun duso
(mohon ampun dosa)
serto selamat badan
(serta mohon keselamatan)
Najin mak dapek kiwah
(Meskipun (hidup) tidak bisa mewah)
cukuplah sederhano
(cukuplah sederhana)
asal mak kekurangan
(asalkan tidak kekurangan)

Baso caluk gham lapah
(pada saat kita melangkah)
dageu dang ghaccak bigo
(dagu janganlah terlampau tinggi)
mato ninuk lakkahan
(mata melihat kebawah)
Nyo sai dibo pindah
(apa yang dibawa pindah)
anjak alam dunio
(dari alam dunia)
selain kain kafan
(selain kain kafan)

Hubungan gham di luwah
(hubungan dengan prang luar)
ino perleu dibino
(perlu dibina)
perleu sakai sambayan
(perlu tolong menolong)
Najin kak sumang darah
(meskipun bukan keluarga)
pagun jugo beguno
(masih juga ada gunanya)
tetangga kirei kanan
(tetangga kiri dan kanan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laju Reaksi

LAPORAN PRAKTIKUM PERCOBAAN 4 LAJU REAKSI Dosen pengampu Himyatul Hidayati, M . Si. Apt   O leh : Riris putri wahyuni NIM : 3820177181 394 Kelompok 5 PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR 2017/1438 PERCOBAAN 4 LAJU REAKSI I.                 T UJUAN a.     Mengamati laju reaksi air dengan CDR. b.     Mempelajari factor-faktor yang mempengaruhi laju reakasi c.     Mengetahui pengaruh suhu pada laju reaksi. II.             D ASAR TEORI             Laju reaksi adalah laju penurunan reaktan (pereaksi) atau laju bertambahnya produk (hasil reaksi). Laju reaksi ini juga menggambarkan cepat lambatnya suatu ...
Selamat malam, kamu apa kabar? Beberapa minggu terakhir saya menghilang, tidak ada tulisan-tulisan baru yang saya bagikan. Maaf bila sekarang baru kembali, beberapa waktu belakangan ini saya berjuang menyembuhkan diri. Sempat ada hari-hari terburuk di mana bertahan sehari lagi rasanya susah setengah mati. Saya belum sepenuhnya pulih, tetapi saya berjanji untuk selalu mampu bangun tiap pagi. Menulis adalah terapi. Meskipun saya tidak tahu apa yang akan terjadi, Juli ini saya akan berusaha membuat segalanya membaik. Mari menjadi kuat bersama. Walaupun belum bisa pulih seperti sedia kala, jangan menyerah untuk mencoba.
sapaan ramah masyarkat lampung Masyarakat pepadun sering menggunakan kata "Tabik Pun" sebagai kata penghormatan secara umum, hal tersebut dapat difahami karena memang dalam suatu pertemuan, gawi adat atau peppung adat terdapat banyak sekali punyimbang yang hadir, maka untuk kata penghormatan secara umum dipakailah adalah kata Tabik Pun…… dan dijawab dengan Ya Pun….., dengan bunyi u dipanjangkan. terdengar ramah bukan?. Di dalam adatsai batin, terdapat contoh kalimat pembuka dalam sastra tetangguhan yang ditujukan kepada Sai Batin Paksi dibawah ini :“ Natabik pai sekindua haguk Puniakan Dalom Beliau, sai mangkungni tangguh tibabahkon injuk bagi sekindua sai ngebatokko tangguh lamon lamon ngatughkon kilu mahap, ujudni kilu mahap teliak mak sepigha, tenengis mak mulamon, mawek kintu bughakik sambil ngarang saddo nihan, kintu bang kintu nihan sedah tangguh ji kanah mak kena disusun tindehni, sai mena metu dughi, sai dughi metu mena, kinjuk ya tebong kidang mak tantang, tugok...