Langsung ke konten utama

Laju Reaksi

LAPORAN PRAKTIKUM
PERCOBAAN 4
LAJU REAKSI
Dosen pengampu
Himyatul Hidayati,M.Si.Apt

 









Oleh :
Riris putri wahyuni
NIM : 3820177181394
Kelompok 5





PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR
2017/1438
PERCOBAAN 4
LAJU REAKSI
I.               TUJUAN
a.    Mengamati laju reaksi air dengan CDR.
b.    Mempelajari factor-faktor yang mempengaruhi laju reakasi
c.    Mengetahui pengaruh suhu pada laju reaksi.

II.            DASAR TEORI
            Laju reaksi adalah laju penurunan reaktan (pereaksi) atau laju bertambahnya produk (hasil reaksi). Laju reaksi ini juga menggambarkan cepat lambatnya suatu reaksi kimia, menjadi zat baru yang di sebut sebagai produk.( Khopkar, 1990)
Beberapa reaksi kimia ada yang berlangsung cepat. Natrium yang di maksukkan ke dalam air akan menunjukkan reaksi hebat dan sangat cepat, begitu pula dengan petasan dan kembang api yang disulut. Bensin akan terbakar lebih cepat daripada  minyak tanah. Namun, ada pula reaksi yang berjalan lambat. Proses pengantar besi, misalnya, membutuhkan waktu sangat lama sehingga laju reaksi yang berlangsung dinyatakan dengan laju reaksi lambat. Cepat lambatnya proses reaksi kimia yang berlangsung dinyatakan dengan laju reaksi. Dalam mempelajari ilmu reaksi digunakan besaran konsentrasi tiap satuan waktu yang dinyatakan dengan molaritas. (Suyanto, Aris, 2006)
Perubahan laju konsentrasi setiap unsur dibagi dengan koefisiennya dalam persamaan yang seimbang/stoikiometri. Lju perubahan reaktan muncul dengan tanda negatif dan laju perubahan produk dengan tanda positif. Laju reaksi tidak tetap melainkan berubah terus-menerus.(Raymon, chang, 2004)
Pada reaksi kimia adalah perubahan suatu zat menjadi zat baru. Secara umum dapat ditulis dengan A+B  AB
Pada reaksi tersebut A dan B adalah disebut pereaksi(reaktan) sedangkan AB adalah disebut dengan hasil reaktan. Bila kimia ditinjau dari waktu terjadinya reaksi  maka adalah reaksi yang berlangsung cepat dan ada pula yang berlangsung lambat reaksi yang berlangsung cepat dan sangat lambat tidak dapat di ukur lajunya.(Das salirawati, 2006).
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting dalam banyak hal, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Begitu juga, apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi pun semakin kecil. Karekteristik kepingan yang direaksikan juga turut berpengaruh, yaitu semakin halus kepingan itu, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk beraksi;  sedangkan semakin besar kepingan itu maka semakin lama waktu yang dibuthkan untuk beraksi.(tim studi guru, 2010)
III.           ALAT
1.    Lumpang dan alu                  = 1 buah
2.    Spatula                                    = 1 buah
3.    Kertas perkamen                   = 3 lembar
4.    Gelas beaker 160 ml             = 3 buah

IV.          BAHAN
1.     Tablet effervescent CDR    = 6 tablet
2.      Air dingin                               = 160 ml
3.      Air panas                               = 160 ml
4.      Air biasa                                = 160 ml





V.           PROSEDUR KERJA
a.            1.      Percobaan pertama tanpa di gerus
        Siapkan 3 macam air yang berbeda dalam 3 gelas beaker(masing-masing 80 ml)
       (masing-masing 80 ml)

 



                                       Masukkan 1 tablet CDR dalam tiap-tiap gelas
                                               
Amati dan hitung waktu reaksi
 


                  

b.   
Siapkan 3 macam air yang berbeda dalam 3 gelas beaker(masing-masing 80 ml)

2. Percobaan kedua dengan digerus

                                             Masukkan serbuk CDR tiap beaker
 


 

gerus 3 tablet CDR satu persatu dalam mortar hingga halus dan letakkan pada kertas perkamen, tutup rapat




Hitung dan amati waktu reaksi



VI.          ANALISIS DATA
Hasil yang di peroleh dari praktikum Larutan dengan konsentrasi berbeda adalah sebagai berikut :
a.    Percobaan pertama tanpa digerus
Solvent
Solute
Waktu reaksi

Air biasa

1 tablet CDR

1 menit 40 detik

Air panas

1 tablet CDR

1 menit 5 detik

Air dingin

1 tablet CDR

3 menit 45 detik

b.    Percobaan kedua dengan digerus
Solvent
Solute
Waktu reaksi

Air biasa

1 tablet CDR yang telah di haluskan (serbuk)

1 menit 5 detik

Air panas

1 tablet CDR yang telah di haluskan (serbuk)

1 menit 30 detik

Air dingin

1 tablet CDR yang telah di haluskan (serbuk)

1 menit 32 second

VII.         PEMBAHASAN
Laju reaksi adalah laju penurunan reaktan (pereaksi) atau laju bertambahnya produk (hasil reaksi). Laju reaksi ini juga menggambarkan cepat lambatnya suatu reaksi kimia, menjadi zat baru yang di sebut sebagai produk.
Dalam praktikum kali ini kami mempraktikkan tentang kecepatan reaksi pada tablet CDR dan serbuk CDR dalam air biasa, panas dan dingin. Dalam tiga macam air ini akan menghasilkan waktu reaksi yang berbeda-beda walaupun dengan CDR tablet dan CDR yang telah digerus(serbuk CDR).
sewaktu kita membuat reaksi CDR kedalam air. CDR tanpa di gerus dalam air dengan CDR yang digerus dan di masukkan kedalam air yang berbeda suhu,Tentulah lebih cepat larut yang dalam bentuk serbuk. Itulah pengaruh luas permukaan pada laju reaksi yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. katalis merupakan zat yang mempercepat laju reaksi tetapi pada akhir reaksi didapatkan kembali seperti semula. Contoh industri yang menggunakan katalis asam sulfat (H2SO4).
Dalam praktikan kami mengamati suatu kecepatan reaksi pada CDR yang tablet dan serbuk CDR. Ketika pada saat air biasa reaksi tablet CDR didalamnya memerlukan waktu 1 menit 40 detik, dan ketika pada saat air panas reaksi tablet CDR di dalamnya memerlukan waktu 1 menit 5 detik, sedangkan saat air dingin reaksi tablet CDR didalamnya memerlukan waktu 3 menit 45 detik. Adapun praktikan reaksi CDR yang digerus menjadi serbuk direaksikan dengan air biasa maka akan memerlukan waktu 1 menit 5 detik, dan ketika pada saat air dingin direaksikan dengan serbuk CDR maka akan memerlukan waktu reaksi 1 menit 30 detik. Dan ketika air panas reaksi serbuk CDR didalamnya memerllukan waktu 1 menit 30 detik.
Dalam praktikan laju reaksi terjadinya kesalahan ketika percobaan. Kami menggunakan CDR yang expeired 2016,sehingga ketika dimasukkan kedalam air panas terjadi pengendapan.


VIII.       KESIMPULAN
            Setelah kita mempelajari materi tersebut kita bisa menarik simpulan bahwa Laju reaksi :
1.    Jika pelarutnya air biasa dan zat pelarutnya dari 1 tablet CDR maka akan cepat larut.
2.    Jika pelarutnya air panas dan zat pelarutnya dari 1 tablet CDR maka akan sangat cepat larut.
3.    Jika pelarutnya air dingin dan zat pelarutnya dari 1 tablet CDR maka akan lambat larut.
4.    Jika pelarutnya air biasa dan zat pelarutnya dari 1 tablet CDR yang telah di haluskan(digerus) maka akan sangat cepat larut.
5.    Jika pelarutnya air panas dan zat pelarutnya dari 1 tablet CDR yang telah di haluskan(digerus) maka akan cepat larut.
6.    Jika pelarutnya air dingin dan zat pelarutnya dari 1 tablet CDR yang telah di haluskan(digerus) maka akan lambat larut.













DAFTAR PUSTAKA
Chang, Raymon. 2004. Edisi ke-3, erlangga, Jakarta
Khopkar, S.M. 1990. konsep dasar kimia, jakarta : universitas indonesia
Salirawati, Das. Meilina, Fitria.2006. belajar kimia secara                                         menarik.grasindo, Jakarta
Suyanto, Purwadi,Aris. 2006. kimia untuk XI.grasindo
Tim studi guru, 2010.Jurus lulus ujian UN, cetakan pertama





























LEMBAR PENGESAHAN

Mantingan, 4 Oktober 2017

Dibuat oleh,                                                          Diperiksa oleh,            Praktikan                                                               Asisten dosen  



                                                             
             Riris putri wahyuni                                                   Aisyah rulina safitri          

Desetujui oleh
Dosen pengampu,




Himyatul Hidayah M.Si, Apt.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat malam, kamu apa kabar? Beberapa minggu terakhir saya menghilang, tidak ada tulisan-tulisan baru yang saya bagikan. Maaf bila sekarang baru kembali, beberapa waktu belakangan ini saya berjuang menyembuhkan diri. Sempat ada hari-hari terburuk di mana bertahan sehari lagi rasanya susah setengah mati. Saya belum sepenuhnya pulih, tetapi saya berjanji untuk selalu mampu bangun tiap pagi. Menulis adalah terapi. Meskipun saya tidak tahu apa yang akan terjadi, Juli ini saya akan berusaha membuat segalanya membaik. Mari menjadi kuat bersama. Walaupun belum bisa pulih seperti sedia kala, jangan menyerah untuk mencoba.
sapaan ramah masyarkat lampung Masyarakat pepadun sering menggunakan kata "Tabik Pun" sebagai kata penghormatan secara umum, hal tersebut dapat difahami karena memang dalam suatu pertemuan, gawi adat atau peppung adat terdapat banyak sekali punyimbang yang hadir, maka untuk kata penghormatan secara umum dipakailah adalah kata Tabik Pun…… dan dijawab dengan Ya Pun….., dengan bunyi u dipanjangkan. terdengar ramah bukan?. Di dalam adatsai batin, terdapat contoh kalimat pembuka dalam sastra tetangguhan yang ditujukan kepada Sai Batin Paksi dibawah ini :“ Natabik pai sekindua haguk Puniakan Dalom Beliau, sai mangkungni tangguh tibabahkon injuk bagi sekindua sai ngebatokko tangguh lamon lamon ngatughkon kilu mahap, ujudni kilu mahap teliak mak sepigha, tenengis mak mulamon, mawek kintu bughakik sambil ngarang saddo nihan, kintu bang kintu nihan sedah tangguh ji kanah mak kena disusun tindehni, sai mena metu dughi, sai dughi metu mena, kinjuk ya tebong kidang mak tantang, tugok...